Tampilkan postingan dengan label tentang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tentang. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 31 Mei 2014

Pandangan tentang bahagia dan sukses

- 0 komentar


Bisa jadi pandangan umum tentang kesuksesan adalah seperti yang kita saksikan sekarang ini. Ukurannya sangat duniawi seperti kaya, jabatan tinggi, dan popularitas.
Semua ini bisa kita saksikan dari catatan Guinnes book of record, buku yang mencatat rekor seseorang yang memiliki kelebihan dan prestasi dalam bidang tertentu. Semua orang berlomba untuk mencatatkan dirinya dalam buku tersebut. Walaupun harus siap dianggap aneh atau tidak normal sekalipun.
Ada orang yang memiliki kuku terpanjang, wajah dengan tindikan terbanyak, manusia berwajah aneh dengan tanduk buatan di kepala, orang yang bisa makan kaca, dan keunikan-keunikan lainnya. Para pemenang rekor merasa hal itu membuat dia bangga dan sukses. Tidak peduli apakah itu sebuah kebenaran atau tidak. Yang penting populer dan bisa bikin kaya.
Pandangan yang salah tentang kesuksesan ini tentu mendatangkan dampak negatif khususnya bai anak muda. Sebut saja misalnya orang yang memegang rekor penindik wajah terbanyak. Tindakannya ini jelas berbahaya dan bisa saja ditiru oleh anak muda.

Berikut akan dipaparkan pendapat beberapa orang cerdik pandai dan rasulullah  saw tentang kebahagiaan.
Aristoteles
Definisi kebahagiaan berbeda bagi setiap orang sehingga tidak bisa disamakan. Karena bahagia menurut seseorang belum tentu bahagia bagi orang lain. Jadi sangat bergantung pada persepsi setiap orang. Sehingga Aristoteles berkesimpulan : kebahagiaan itu adalah kesenangan yang diraih seseorang sesuai dengan kehendaknya masing-masing.
Leo Tolstoy
Dia adalah seorang pujangga Rusia yang hidup antara tahun 1828-1910. Menurutnya banyak orang yang tidak berhasil meraih kebahagiaan. Hal ini disebabkan karena orang mencari kebahagiaan hanya untuk dirinya sendiri, bukan untuk kebahagiaan bersama. Jadi kalau ingin bahagia maka carilah kebahagiaan yang bisa dinikmati oleh banyak orang bukan bahagia untuk diri sendiri saja.
George Bernard Shaw
Dia adalah seorang ahli filsafat dari Irlandia. Menurutnya dalam meraih kebahagiaan kita selalu dihadapkan dengan berbagai tantangan. Namun jangan sampai menyerah dengan tantagan itu. Belajarlah dari kisah-kisah orang terdahulu. Jangan ikuti cara-cara yang salah tapi ikuti cara yang benar dan beretika.
Muhammad saw
Tingkat kebahagiaan seseorang sesuai dengan tingkatan akalnya. Semakin sempurna akal seseorang maka semakin bahagialah dia. Dengan akalnya dia tahu mana yang baik dan mana yang buruk. Mana bahagia yang hakiki dan mana bahagia yang semu.
Pada puncaknya kebahagiaan itu akan diraih oleh orang yang mengenal Tuhannya(makrifat). Bukan orang yang memiliki harta, pangkat, jabatan, popularitas, dan segala kemewahan dunia. Apalagi jika semua itu justru menjauhkan seseorang dari Allah.
Banyak orang yang mencari segala kemewahan dunia, tapi setelah didapatkan dia masih tetap belum bahagia. Sehingga dia mencari lagi kemewahan lainnya. Begitulah orang yang mencari kemegahan duniawi, tidak akan pernah terpuaskan. Kebahagiaan hakiki hanya didapat dengan membersihkan akal budi dan hati kita sehingga mengenal Allah Swt. Wallahua’lam.***
[Continue reading...]

Sabtu, 01 Februari 2014

Hakim minta maaf gurauan tentang perogol dan mangsa

- 0 komentar
sinarharian 16 Januari 2013
JAKARTA - Setelah menerima kecaman hebat masyarakat kerana gurauan bahawa "perogol dan mangsa rogol sama-sama merasai nikmat", calon Hakim Mahkamah Agung Muhammad Daming Sunusi meminta maaf secara terbuka dan menyatakan rasa kesal kerana mengeluarkan kenyataan itu.
 
Padah gurauan kontroversi itu, yang dibuat semasa menjalani ujian kelayakan di hadapan Suruhanjaya III Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Indonesia itu, bukan sahaja menjejaskan peluang untuk dilantik sebagai Hakim Mahkamah Agung, malah beliau mungkin perlu berdepan Suruhanjaya Kehakiman berhubung soal pelanggaran etika.
 
"Dari lubuk hati yang paling dalam, saya menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat, media massa, Suruhanjaya Perlindungan Kanak-kanak Indonesia (KPAI), Biro Bantuan Guaman (YLBHI) dan kepada pemerhati undang-undang atas ucapan-ucapan saya yang out of control dan tanpa disedari. Saya mohon maaf terutama kepada Yang Maha Kuasa," kata Daming pada sidang akhbar di sini, Selasa.
 
Dalam linangan airmata kekesalan, Daming menjelaskan bahawa beliau tidak menyedari terkeluar kenyataan seperti itu kerana ketika itu sedang berada dalam suasana tegang menjawab soalan-soalan para anggota DPR semasa ujian kelayakan itu.
 
Semasa disoal pada sesi ujian kelayakan itu pada Isnin, Daming, yang juga Ketua Hakim Mahkamah Tinggi Banjarmasin, Kalimantan Selatan, menyatakan bahawa hukuman mati terhadap perogol perlu difikirkan secara mendalam kerana "yang merogol dan yang dirogol sama-sama menikmati".

Masyarakat dalam reaksinya turut mengecam para anggota DPR yang ketawa mendengar gurauan Daming itu, namun para anggota dewan segera mempertahankan diri dengan menyatakan bahawa mereka ketawa kerana terkejut mendengar kenyataan seperti itu dikeluarkan oleh seorang calon hakim Mahkamah Agung.
 
Banyak pihak juga menggesa supaya para anggota DPR tidak memilih Daming sebagai hakim Mahkamah Agung berikutan kenyataan beliau itu.
 
Suruhanjaya III DPR mengadakan ujian kelayakan itu terhadap beberapa calon hakim Mahkamah Agung minggu ini. - Bernama
[Continue reading...]
 
Copyright © 2012. pustaka blog - Posts · Comments
Powered by Blogger